Infonew| Sukabumi
Desa Ginanjar di Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mulai dilirik sebagai destinasi wisata alternatif berkat kekayaan alam dan pertanian yang melimpah. Berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan hutan lindung, desa ini disebut sebagai “benteng terakhir” pelestarian lingkungan di wilayah Sukabumi.
3 Potensi Utama Wisata Desa Ginanjar*
1. *Wisata Alam Curug Luhur*
Desa Ginanjar memiliki air terjun Curug Luhur yang kini jadi tujuan wisata andalan warga sekitar. Lokasinya yang masih alami di kaki Gunung Gede Pangrango menawarkan udara sejuk dan pemandangan hutan tropis. Meski belum ditetapkan resmi sebagai lokasi wisata oleh TNGGP, potensi pengembangan ekowisata sangat besar.
2. *Agrowisata Hasil Bumi Unggulan*
Mayoritas warga Ginanjar berprofesi sebagai petani, dengan perkebunan jadi penopang utama ekonomi. Beberapa petani lokal bahkan sudah jadi pemasok tetap untuk produsen camilan singkong terkenal di Indonesia. Pengunjung bisa merasakan langsung wisata petik hasil pertanian organik dan membeli produk segar dari tangan petani.
3. *Gerbang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango*
Secara geografis, Desa Ginanjar berbatasan langsung dengan TNGGP dan Hutan Penelitian KLHK. Posisi ini menjadikan desa sebagai titik awal yang strategis untuk trekking, birdwatching, dan edukasi konservasi. Dengan potensi alam melimpah, Ginanjar disebut sebagai aset berharga bagi Kabupaten Sukabumi.
*Data Singkat Desa Ginanjar*
- *Lokasi*: Kecamatan Ciambar, Kab. Sukabumi, Jawa Barat
- *Kode Pos*: 43352
- *Penduduk*: 10.100 jiwa, terpadat di Kec. Ciambar dengan kepadatan 891 jiwa/km²
- *Potensi Lahan*: Kaya hasil bumi, terutama di Kedusunan Cikatomas dan Pasir Hantap
*Tantangan & Peluang*
Sebagian besar wilayah desa adalah hutan, sehingga pengembangan wisata perlu pengelolaan yang baik dan dukungan berbagai pihak. Jika dikelola berkelanjutan, Curug Luhur dan agrowisata bisa mengangkat ekonomi lokal tanpa merusak fungsi ekologis desa sebagai penyangga TNGGP.
Kepala desa setempat menyebut, ke depan Ginanjar akan didorong jadi desa wisata berbasis konservasi dan pertanian. "Pengunjung tidak hanya dapat kesejukan air terjun, tapi juga belajar langsung dari petani lokal," ungkap salah satu perangkat desa. (Red)


