Sebelum Hut Ke_6 Kjjt pamekasan Berziarah Ke Sunan Ampel dan Ke Syaikhona kholil Bangkalan

Advertisement

Sebelum Hut Ke_6 Kjjt pamekasan Berziarah Ke Sunan Ampel dan Ke Syaikhona kholil Bangkalan

INFONEW.WEB.ID
Selasa, 26 Agustus 2025

Infonew.web.id | Pamekasan


Sebelum menggelar acara Ulang Tahun, Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Ke-6, Pengurus Wilayah Pamekasan Gelar ziarah ke Syaihona Muhammad Kholil Bangkan dan ke Sunan Ampel Syeh Yusuf untuk mengenang perjuangan para ulama terdahu yang juga ikut andil dalam memperjuangkan ke Merdekaan Indonesia ke-80 sejarang.


Cak Ma'el sebagai ketua kjjt Pamekasan menyampaikan bahwa jurnalis itu bukan sekedar menyampaikan informasi tentang kemajuan indonesia dari bidang politik, ekonomi, sosialbudaya dan berbagai informasi dari berbagai daerah, namun juga bisa memberikan contoh yang baik kepada publik bahwa sebagau jurnalis di tempatkan dimana saja juga bisa.


Kita akan tunjukan bahwa jurnalis tetap indepinden dan jurnalis sebagai pilar keempat dalam menegagkan demokrasi, sebab yang saya amati wartawan saat ini sedang mengalami dekadensi moral kejurnalistikan. Banyak terjadi intimidasi wartawan di berbagai daerah dari sabang sampai meraoke bahkan kekerasi kerap terjadi saat ini terhadap insan pers.


Kondisi saat ini memperlihatkan banyak persoalan yang sedang dialami insan pers. Karena banyak yang mengintervensi mengancam keberadaannya. Tidak hanya pemerintah, kepentingan bisnis, intervensi bisa juga datang dari kepentingan kelompok, pengusaha dan kepentingan individu (personal).


Jadi, setidaknya kita sebagai jurnalis tetap kompak dan solid dalam membela para insan pers yang sedang mengalami banyak intervensi, tendensius atau cacian negatif bahwa jurnalis tidak setajam pada masa orde lama, media sekarang hanya dijadikan budak-budak penguasa, dan pengusaha untuk kepentingan pribadinya semata. Ujar Cak Ma'el Aktivis HMI Tahun dua ribuan.


Sebagai ketua komunitas jurnalis itu tak semudah membalikan telapak tangan, butuh perjuangan penganyoman terhadap semua jurnalis agar tetap berpegang tegus terhadap kode etik dan etika jurnalis serta tetap berpegang teguh kepada independensi kejurnalistikannya, yang salah tatap katakan salah walaupun itu pahit, yang benar katakan benar dan tetap selalu membela yang benar dan tetap menginformasikan yang benar dengan sebenar-benarnya.  


Setidak saya bisa mencohtoh para ulama yang telah gugur ddi medan perjuangan menyebarkan kebenaran tentang agama islam, insan pers tetap kokoh dalam menyajikan informasi yang edukatif kepada publik.KJJT akan tetap menyomi dan akan merangkul siapa saja yang siap mematuhi aturan kejurnaliatikan dan organisasi, serta siapa yang punya keinginan tetap belajar menggali potenai ataun skill. Hingga menjalankan tugas sebagai profesi wartawan yang propisional.


Makanya kita sebagai wartawan harus legowo dan jangan mementingkan kebutuhan pribadi utamakanlah apa yang dikeluhkan masyarakat,dan memberikan informasi yaang jelas dan akurat begitu pungkasnya. (Alex)